DIRGAHAYU INDONESIAKU
MERDEKA....!!! MERDEKA...!!! MERDEKA....!!!
Bangsa Indonesia kembali memperingati hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang ke-71 tahun pada Rabu,17 Agustus 2016. Menjadi angkatan penerus bangsa, orang-orang Indonesia sekarang ini juga betul-betul ketertarikan untuk menyambut satu buah perayaan hari bersejarah. Sangat banyak langkah yang dilaksanakan orang-orang Indonesia dalam menyongsong HUT Kemerdekaan RI di setiap tahunnya, dan pasti juga tahun 2016 ini tidak kalah seru dengan tahun-tahun sebelumnya. Banyak kebudayaan yang ada di Indonesia menjadikan kebiasaan untuk memperingati HUT Kemerdekaan RI juga semakin banyak.
Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang dulunya dilaksanakan pada hari Jumat, 17 Agustus 1945 tahun Masehi, yang dibacakan oleh Ir. Soekarno dengan didampingi oleh Drs. Mohammad Hatta bertempat di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta Pusat. Sampai saat ini masih terus melekat dibenak bangsa Indonesia.
Pada pagi hari ini Kamis,18 Agustus 2016. Santriwan santriwati SDIT Muhammadiyah Sinar Fajar melakukan upacara bendera untuk memeperingati HUT Republik Indonesia ke-71 tahun. Dengan hikmat dan antusias, Santriwan santriwati mengikuti jalannya upacara.
Pemimpin upacara memimpin jalannya upacara dengan lantang dan berani. Tidak lupa dengan Regu Choir (Kur) bernyanyi dengan semangatnya mengiringi pengibaran bendera merah putih.

Pukul 08.00 selepas upacara, agenda yang telah disiapkan ustad/ustadzah adalah karnaval santri. Karnaval Santri ini dilakukan dengan berjalan kaki melewati jalan sekitar gedung SDIT Muhammadiyah Sinar Fajar. Nantinya Santriwan santriwati akan sampai di campus 2 SDIT Muhammadiyah Sinar Fajar untuk melakukan rangkaian acara yang disiapkan.

Sesampainya di campus 2, Santriwan santriwati melepas penat dengan duduk di gazebo ataupun beristirahat di kelas. Selanjutnya akan diadakan lomba untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-71.

Lomba yang diadakan ustad/ustadzah kali ini adalah memindahkan kelereng menggunakan sendok secara estafet. Siswa akan berbaris berjumlah 11 siswa dengan membawa sendok setiap siswanya. Kemudian sendok tersebut digunakan untuk membawa kelereng dan akan dilakukan estafet kelereng menggunakan sendok tersebut. Peraturannya adalah tidak boleh menjatuhkan kelereng, jika kelereng jatuh maka harus diulang dari awal
Setelah rangkain acara selesai santriwan santriwati kembali ke kelas masing-masing untuk mengikuti kegiatan pembelajaran. (adiichwan)
©Admin2016
KOMENTAR
Berkomentarlah dengan baik dan sopan. Agar admin menampilkan komentar Anda



