SDIT Muhammadiyah Sinar Fajar Peduli Garut
“Banjir bandang yang diakibatkan hujan lebat dan luapan Sungai Cimanuk menghantam Kabupaten Garut, Jawa Barat. Pada Selasa, 20 September 2016. Hujan deras yang mengguyur dari pukul 18.00 WIB menyebabkan debit Sungai Cimanuk naik secara cepat. Pukul 20.00 WIB banjir sudah setinggi lutut orang dewasa dan kemudian sekitar jam 23.00 WIB banjir bandang datang setinggi 1,5 – 2 meter sehingga merendam pemukiman dan menyapu apapun yang dilewatinya. 34 jiwa meninggal dan hilang 19 jiwa”.
Mendengar ataupun melihat berita tentang saudara kita yang terkena banjir bandang di media cetak maupun elektronik. Membuat sebagian orang tergetar hatinya untuk ikut membantu korban banjir bandang.
Sabtu, 1 Oktober 2016. SDIT Muhammadiyah Sinar Fajar melakukan agenda infaq bersama. Kegiatan infaq bersama ini, diharapkan agar santriwan santriwati memiliki kesadaran untuk selalu menyisihkan sebagian harta mereka untuk diinfaqkan. Dan santriwan santriwati dapat menghindari sifat menghambur hamburkan uang untuk yang tidak perlu.
Infaq bersama yang rutin dilakukan SDIT Muhammadiyah Sinar Fajar setiap bulan sekali. Pada hari ini ada yang membuatnya berbeda, yaitu infaq bersama untuk korban bencana banjir bandang Garut. Banjir bandang yang menyebabkan banyak orang kehilangan harta benda mereka. Serta, menyebabkan puluhan orang meninggal dunia dan dinyatakan menghilang. Hal itulah membuat SDIT Muhammadiyah Sinar Fajar memanfaatkan agenda infaq bersama untuk membantu korban bencana banjir bandang.

Pukul 06.30 WIB, santriwan santriwati sudah mulai memadati pelataran Masjid As-Sakinnah, Cawas, Cawas, Klaten. Dengan diantar oleh orang tua mereka. Santriwan santriwati antusias mengikuti agenda Infaq bersama.
Pada pukul 07.00 WIB, santiwan santriwati mulai memasuki masjid. Diarahkan oleh Ust. Sigit, santriwan santriwati duduk dengan rapi untuk melihat presentasi mengenai korban dan dampak banjir bandang. Ust. Agus Mulyadi, S.Pd.I selaku kepala SDIT Muhammadiyah Sinar Fajar sudah menyiapkan materinya untuk menyampaikan presentasi di pagi itu. Dalam presentasinya Ust. Agus menampilkan gambar dan video tentang kedahsyataan banjir bandang. Banjir bandang yang datang menyapu semua benda yang dilewatinya. Sehingga, menyebabkan dampak kerusakan yang besar mulai dari rumah penduduk, kendaraan, tempat ibadah, dan tempat sekolah. Bahkan banjir bandang juga menelan korban jiwa dan puluhan korban lainnya yang belum ditemukan. Selanjutnya Ust. Agus juga memimpin doa untuk saudara kita yang terkena banjir bandang di Garut agar selalu diberikan ketabahan dan kesabaran.

Setelah santriwan santriwati melihat dan mendengarkan presentasi dari Ust. Agus Mulyadi. Agenda selanjutnya adalah infaq bersama. Santriwan santriwati satu persatu maju kedepan untuk memeberikan infaq mereka. Di depan sudah berdiri santri-santri yang membawa kotak dengan bertuliskan “SDIT Muhammadiyah Sinar Fajar Peduli Garut” untuk selanjutnya digunakan menampung infaq dari santwian santriwati.

Setelah semua santri memberikan infaq mereka. Acara berikutnya adalah karnaval santri. Karnaval santri ini dilakukan disekitar masjid AS-Sakinnah tepatnya di kampung sekitar masjid. Selesai karnaval santri dan tiba di masjid, santriwan santriwati kemudian makan dengan bekal yang sudah mereka bawa dari rumah sebelumnya. Sajian makan santriwan santriwati ini pasti lebih istimewa selain bisa mencicipi makanan yang dimasak bunda. Santriwan santriwati dapat makan bersama-sama sekaligus bertukar makanan antar santri.

Selesai makan, santriwan santriwati masuk ke masjid kembali. Dipandu oleh Ust. Sigit Trihariyanto, S.Pd.I. mereka mendengarkan guyonan ringan agar tidak mengantuk sehabis makan. Masih dipandu oleh Ust. Sigit, kemudian salah satu santri diminta maju kedepan untuk memberikan bantuan infaq bersama yang telah mereka kumpulkan pagi tadi. Tak lupa Ust. Agus Mulyadi, S.Pd.I. selaku kepala SDIT Muh Sinar Fajar ikut memberikan infaq kepada relawan korban banjir Garut.

Pada acara penutup, Ustadz Aam atau Kak Aam dipanggil untuk memberikan sajian yang menarik. Sajian Kak Aam untuk santriwan santriwati ini adalah cerita keutamaan sholat lima waktu dan wudhu. Dikemas dengan menarik dan atraktif Kak Aam menceritakan bagaimana keutamaan sholat lima waktu dan wudhu sejak dini dengan tokoh utama Mas Mafaza. Santriwan santriwati dibuat tertawa oleh Kak Aam. Karena dalam cerita Kak Aam memasukkan unsur komedi dan sulap, sehingga santriwan santriwati tidak bosan dan mengantuk. Namun, inti dan nilai yang terkandung dari cerita Kak Aam ini Insya Allah bisa tersampaikan kepada santriwan santriwati.
Setelah serangkaian acara telah selesai dilaksanankan. Santriwan santriwati diperbolehkan untuk pulang. (adiichwan)
©Admin2016
KOMENTAR
Berkomentarlah dengan baik dan sopan. Agar admin menampilkan komentar Anda



