Mini Trip Home Industry Pembuatan Gerabah Kelas III – SDIT Muhammadiyah Sinar Fajar
SDIT Muhammadiyah Sinar Fajar – Ilmu adalah cahaya yang menerangi jalan yang gelap dan berliku. Dengan berbekal ilmu, manusia bisa lebih tenang dan bijak dalam mengarungi kehidupan. Ilmu tidak hanya diperoleh dari ruang kelas saja. Namun, pencari ilmu juga bisa belajar dari luar kelas. Salah satu cara untuk mempelajari ilmu dari luar kelas adalah dengan mengadakan outing class atau kegiatan pembelajaran yang bertujuan untuk mengasah keterampilan dan keahlian.
Di akhir bulan Februari 2022, SDIT Muhammadiyah Sinar Fajar mengadakan kegiatan kunjungan belajar ke Kampoeng Gerabah “Dewi Pajang” yang beralamat di Desa Melikan, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten. Kegiatan outing class ini diikuti oleh murid-murid kelas III, meliputi kelas Abu Bakar, Abu Dzar, Amru, dan Anas. Untuk menghindari banyak kerumunan, kegiatan kunjungan belajar ini diadakan selama dua hari dengan membagi dua kelompok dalam setiap kelas. Kelompok A yang berjumlah 49 anak mengikuti outing class di hari Jumat, 18 Februari 2022, sedangkan Kelompok B yang terdiri dari 52 anak mengadakan kunjungan belajar pada hari Sabtu, 19 Februari 2022. Pendamping kegiatan outing class ini ada delapan guru yang meliputi 4 wali kelas dan 4 teaching team. Karena lokasinya tidak terlalu jauh dari sekolah, maka armada yang ditumpangi adalah 1 kereta mini dan 1 mobil sekolah.
Kegiatan diawali pada pukul 07.00 dengan para siswa menunaikan salat Dhuha dan berdoa di kelas masing-masing. Setelah guru mengecek kehadiran dan mengatur tempat duduk siswa, kendaraan pun mulai berangkat pada jam setengah delapan. Rombongan kelas III sampai di Kampoeng Gerabah pada pukul 08.10 dan disambut dengan hangat oleh pemilik dan karyawan “Dewi Pajang”. Kemudian, para siswa dipersilakan untuk memasuki ruang transit untuk mendengarkan pengarahan dan menyimak video tentang pembuatan gerabah selama 10 menit. Selanjutnya, para siswa diajak jalan-jalan dan mengamati warga desa yang membuat gerabah dengan membagi menjadi dua rute jalan yang masing-masing terdiri dari dua kelas, yaitu kelas Abu Bakar dengan Abu Dzar dan kelas Amru dengan Anas.
Sebelum praktik membuat gerabah, para siswa mengunjungi pos membatik. Di pos tersebut, siswa bisa mengetahui cara pembuatan batik tulis di kain dengan malam atau lilin yang dipanaskan. Lalu, setiap siswa melakukan praktik membatik dengan menebalkan motif batik yang sudah digambar dan menuliskan nama di kain batiknya. Antusias siswa-siswa begitu terlihat saat mengantri bergiliran untuk membatik. Kurang lebih setengah jam berlalu, para siswa pun selesai membatik. Kemudian, para siswa kembali ke ruang transit dan istirahat sejenak dengan minum dan makan snack yang telah dibawa dari rumah.
Selanjutnya, setiap kelompok dipandu oleh tim “Dewi Pajang” menuju tempat pembuatan gerabah. Sebelum praktik, siswa menyimak pengarahan dan penjelasan dari tim “Dewi Pajang” terlebih dahulu. Teknik pembuatan gerabah yang pertama dipelajari anak-anak adalah teknik putaran tegak dan teknik mencetak. Kemudian, setiap siswa diminta untuk menghias tempat pensil yang telah disediakan dengan menggunakan teknik mencetak. Ada yang menghias dengan motif bunga, ikan, dan bentuk lainnya. Dari proses menghias ini, siswa pun bisa menampakkan ide-ide kreatifnya. Seusai menghias, siswa meletakkan hasil gerabahnya di papan jemuran.
Kemudian, para siswa melihat cara pembuatan gerabah dengan teknik putaran miring yang diajarkan langsung oleh pemilik gerabah “Dewi Pajang”. Dengan sebongkah tanah liat bisa diubah wujud menjadi berbagai wadah kecil yang begitu indah, seperti tempat sambal. Teknik putaran miring ini menyita banyak perhatian anak-anak dan bersemangat dalam mengantri untuk mempraktikkannya. Namun, karena waktu sudah menjelang siang, maka hanya beberapa siswa saja yang berkesempatan untuk mencoba teknik putaran miring. Kemudian, seluruh siswa kembali ke tempat transit.
Di tempat transit, setiap siswa diberikan souvenir dari tim “Dewi Pajang” berupa celengan gerabah. Tim “Dewi Pajang” juga mengucapkan terima kasih atas kedatangan rombongan kelas III. Tak lupa, guru pendamping juga berterima kasih kepada tim “Dewi Pajang” yang telah mengajarkan ilmunya kepada anak-anak, lalu dilanjutkan dengan berpamitan dan berdoa. Sebelum menaiki armada, para siswa membawa hasil karya menghias tempat pensil dan menaruhkan ke dalam kantong plastik yang sudah disediakan. Rombongan kelas III pun sampai di sekolah pada pukul 11.10.
Meskipun kegiatan outing class ini hanya dilakukan dalam waktu singkat dan berada di dekat sekolah, namun para siswa terlihat sudah senang dalam mengikutinya. Walaupun kegiatan ini harus tetap mematuhi protokol kesehatan, tetapi kunjungan belajar ini mampu mengobati rasa rindu siswa-siswa untuk wisata sekolah setelah beberapa bulan melakukan pembelajaran jarak jauh. Dengan adanya kegiatan outing class ini, siswa bisa memahami cara pembuatan gerabah menjadi aneka barang yang indah, bermanfaat, dan bernilai jual. Siswa juga dapat mengasah keterampilan dan kreativitas ketika membatik dan menghias gerabah. Selain itu, siswa bisa mengenal dan melestarikan budaya setempat.
Dokumentasi :



KOMENTAR
Berkomentarlah dengan baik dan sopan. Agar admin menampilkan komentar Anda




